Presiden Joko Widodo memimpin Ratas membahas tentang Persiapan Asian Games Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/11).

BOGOR , 22 Nov 2017-Usai menerima tamu dari Afghanistan dan Bank Dunia, Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas (Ratas) membahas tentang Persiapan Asian Games Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa .

Pada Ratas terakhir membahas mengenai Asian Games Tahun 2018 tanggal 7 Juni 2017, Presiden Jokowi menekankan agar penggunaan anggaran dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games Tahun 2018 memegang prinsip efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

“Anggaran betul-betul dikalkulasi secara detail, secara rinci. Dan perlu saya ingatkan, anggaran tidak dilebih-lebihkan dan juga tidak berlebihan,” tegas Presiden Jokowi saat berikan arahan pada Ratas hari Rabu, 7 Juni 2017.

Menko PMK Puan Maharani : Semuanya on the track

Menko PMK Puan Maharani usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa .

Progres untuk tahun 2018 sesuai dengan apa yang ditargetkan, semuanya on the track. Semua venue nanti bulan Desember ini sebagian besar 90 persen akan selesai dan akan ada test eventbadminton pada bulan Januari dan 9 cabang olahraga lain di bulan Februari.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Bogor. 

Berkaitan dengan opening dan closing ceremony, menurut Menko PMK pun tadi sudah dibicarakan dan insya Allah akan berjalan dengan baik. “Jadi tidak hanya venue-nya saja, sarana dan prasarana/infrastrukturnya saja, tapi juga opening dan closing itu menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu berkaitan dengan penyelenggaraan Asian Games tahun 2018,” tambah Menko.

Mengenai sukses prestasi, lanjut Menko PMK, tadi sudah disampaikan oleh Menpora dan KONI, insya Allah targetnya 10 besar dengan perolehan medali yang lebih baik dari Asian Games terakhir.

“Jadi tiga hal itu semuanya sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Juga tadi KONI menyampaikan akan dilakukan try out pada atlet-atlet yang ditargetkan bisa meraih medali emas. Insya Allah akan dilakukan pada bulan Desember minggu kedua sampai bulan Januari,” tutur Puan.

Para atlet, menurut Menko PMK,  memang perlu juga high performance training, try out di luar negeri, tidak hanya di Indonesia sehingga bisa berkompetisi untuk melawan atlet dari 45 negara lain.

“Semua hal yang berkaitan secara teknis tadi juga sudah disampaikan jangan sampai terulang atau terjadi hal lain yang berkaitan dengan kesejahteraan para atlet, dan semua peralatan para atlet kita comit juga semua bisa selesai pada bulan Januari,” ujar Menko Puan.

Hasil gambar untuk Rapat Terbatas Perkembangan Persiapan Asian Games ke-18 Tahun 2018

Di akhir pernyataan kepada pers, Menko Puan menyampaikan segala sesuatunya berjalan dengan on track. “Jadi semua hal yang harus dilakukan berkaitan dengan sukses prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses sarana dan prasarana berkaitan dengan Asian Games 2018, semua on the track,” pungkas Puan.

Menpora: Presiden Ingin Betul-Betul Ada Perhatian Bagi Atlet

Menpora saat memberikan keterangan kepada pers usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa .

Presiden ingin betul-betul ada perhatian khusus kepada atlet, baik soal kebutuhan tempat melakukan latihan dan pertandingan, kebutuhan alat-alat tanding maupun alat-alat latih, termasuk kebutuhan sosial. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Bogor. 

“Prestasi yang akan diraih nanti tentu akan dihargai secara maksimal oleh negara dalam bentuk pemberian bonus dan lain sebagainya. Itu perhatian yang cukup luar biasa dari Bapak Presiden,” kata Menpora seraya menyampaikan bahwa Presiden minta bonus bagi atlet Asian Games 2018 harus lebih besar dari bonus Incheon. 

Tidak hanya itu juga, nanti selain bonus, lanjut Menpora, juga seperti yang sudah dilakukan sebelumnya adalah pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil, bagi peraih medali di Asian Games.

“Tadi diputuskan juga akan diberikan rumah kepada peraih medali di Asian Games. Itulah perhatian yang luar biasa. Tentu ini juga berlaku untuk Asian Games dan Asian Paragames,” ujar Menpora. 

Mengenai bonus uang bagi atlet, Menpora menyampaikan bahwa saat ini sedang dikalkulasi lagi karena harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Ia menambahkan bahwa bonus uang tersebut tidak harus melampaui bonus Olimpiade yang bagi peraih satu emas diberikan Rp5 miliar.

Sukses Prestasi, Penyelenggaraan, Ekonomi, dan Administrasi

Sementara itu, saat ditanya mengenai parameter kesuksesan, Menpora menyampaikan bahwa ada empat kategori yakni  sukses penyelenggaraan, prestasi, ekonomi, dan juga administrasi. 

“Saya terus terang dimandat untuk betul-betul menyiapkan pada sukses prestasi. Karenanya semua cabang olahraga tahun 2017-2018 itu akan dianggarkan semuanya. Termasuk hari ini, seperti pertanyaan tadi, bahwa mereka sudah masuk pelatnas, dengan anggaran 2017. Tambah lagi nanti untuk anggaran 2018 sebesar Rp735 miliar,” jelas Menpora seraya menyampaikan bahwa anggaran tersebut dikhususkan untuk persiapan Asian Games. 

Pemerintah, lanjut Menpora, akan melihat cabang olahraga nomor pertandingan potensial yang memungkinkan secara khusus mendapatkan pengawalan. Ia mencontohkan berapa target emas bulutangkis, 2, 3, atau 5, maka target terbesar itu nanti yang akan dikawal.

Pengawalan tersebut, menurut Menpora, mulai dari hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar sampai perhatian sosial pemerintah kepada para atlet.

Terkait target sepuluh besar, Menpora menyampaikan bahwa ini harus kerja keras karena saat di Incheon berada di peringkat 17 sehingga untuk memenuhi target 10 besar Indonesia memang harus menggeser beberapa negara, seperti Thailand, Qatar, Korea Utara, China Taipei, dan seterusnya.

“Namun demikian kami terus terang kami ingin melihat itu secara objektif. Kita masih punya kesempatan sampai bulan Juli nanti untuk melihat secara objektif,” pungkas Menpora akhiri pernyataan kepada wartawan.

Rapat Terbatas kali ini turut dihadiri oleh Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno,  Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menpora Imam Nahrawi, Menkeu Sri Mulyani, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Erick Tohir, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

(SM/RAH/EN) MHI