smi-apbn-kitaMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada awak media dalam acara konferensi pers “APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) di Aula Djuanda, Kemenkeu (20/12).

JAKARTA, 21/12/2017 – Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan akhir tahun 2017 diperkirakan akan mencapai 5.1%. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberi penjelasan bahwa walaupun akhir tahun tinggal beberapa hari lagi, Pemerintah akan terus berupaya untuk mengumpulkan penerimaan pajak dan merealisasikan belanja negara, terutama untuk program prioritas.

“Pemerintah akan terus menjaga bersama Bank Indonesia untuk indikator-indikator makro. Kita pada bulan desember ini fokusnya bagaimana merealisasikan belanja negara yang sudah dianggarkan pada tahun 2017 ini. Seperti yang diketahui prioritas belanja negara mencakup prioritasnya untuk pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas SDM, dan juga untuk transfer daerah dalam rangka memperbaiki pelayanan daerah termasuk dana desa,” ujar Menkeu di Aula Djuanda, pada acara konferensi pers “APBN KiTa (Kinerja dan Fakta), Rabu .

Adapun realisasi asumsi dasar ekonomi makro sampai dengan 15 Desember 2017 yaitu Pertumbuhan ekonomi 5,03%, inflasi 3,3% sampai dengan bulan November 2017, tingkat bunga SPN 5%, Nilai tukar Rupiah/USD Rp13.377, harga minyak mentah Indonesia 50,3 US$/barel, lifting minyak 796,9 ribu barel/hari, dan lifting gas 1.126,6 ribu barel setara minyak perhari.

Realisasi pendapatan negara sampai dengan 15 Desember 2017 mencapai Rp.1.496,9 triliun dengan penerimaan perpajakan sebesar Rp.1.211,5 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp281 triliun, dan Penerimaan Hibah sebesar Rp4,4 triliun. Sedangkan realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp1.132,3 triliun dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa mencapai Rp717,3 triliun. Dengan demikian defisit APBN sampai dengan 15 Desember adalah 2,62%.

“Dengan realisasi ini kita melihat untuk tahun 2017, keseluruhan APBNP 2017 masih ada di dalam rambu-rambu UU APBNP 2017. Hingga akhir tahun kita perkirakan defisit masih ada di sekitar 2,6-2,7%. sekarang realisasinya sudah di 2,62%, masih jauh dibawah maksimum defisit yang ada di dalam UU APBNP yaitu 2,92%. Dan ini berarti kita tetap berada dalam situasi APBN 2017 yang cukup stabil,” ujarnya.

Tidak Akan Ada Ijon Untuk Capai Target Penerimaan Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada awak media dalam acara konferensi pers “APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) di Aula Djuanda, Kemenkeu .

Penerimaan pajak hingga 15 desember 2017 mencapai Rp1.058,4 triliun atau 82,5% dari target APBNP 2017. Walaupun demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dengan tegas bahwa tidak akan melakukan ijon untuk mencapai target penerimaan pajak

“Saya tidak membolehkan adanya ijon suoaya keliatannya tercapai. Kalau mau keliatan keren kan bisa saja kita ambil penerimaan di Januari untuk ditarik, tapi itu kan tidak baik. Jadi kita mau tetap sesuai (tata kelola),” kata Menkeu saat konferensi pers APBN Kita.

smi-apbnkita

Menkeu menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan sampai dengan akhir tahun. Seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan meneliti secara detail potensi-potensi penerimaan. Diperkirakan sampai dua minggu kedepan akan ada potensi penerimaan bertambah sekitar Rp100 triliun.

Lebih lanjut, Menkeu juga mengungkapkan strategi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. Strategi tersebut adalah melihat penerimaan pajak reguler dari seluruh korporasi maupun perseorangan. DJP juga akan melihat potensi pada sektor yang terkait dengan naiknya harga komoditas, hal ini akan berpotensi pada meningkatnya penerimaan korporasi, serta melihat seluruh data dari Tax Amnesty. Apabila terdapat harta seperti pabrik yang sebelumnya belum didaftarkan maka tahun ini aka nada tambahan penerimaan pajak dari data tersebut.

“Kita menggunakan seluruh data-data yang ada, seluruh KPP sudah di-assign berdasarkan target mereka dan kita track berapa mereka memenuhi target itu. Yang sudah mencapai target 100% dikirimin pizza oleh Pak Robert, itu strategi khusus,” canda Menkeu.

Di akhir acara, Menkeu menyampaikan publikasi APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) yang akan terbit secara rutin setiap bulan mulai Desember 12017. APBN KiTa memuat informasi terkini tentang kinerja, fakta, dan data APBN, termasuk implikasinya terhadap ekonomi serta hasil-hasil konkret APBN dari waktu ke waktu.

(mr/rsa/ira/irma) MHI 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s