JAYAPURA, (26Mei2018) – Dengan didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangdam XVIII/Kasuari dan Kapolda Papua, Menhan memberikan pengarahan kepada sejumlah 736 Perwira TNI/Polri wilayah Papua dan Papua Barat, Kamis,diMakodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua. Pengarahan ini merupakan sarana untuk menyatukan cara pandang dalam upaya mewujudkan komitmen bersama dalam membangun dan mewujudkan cita-cita nasional Indonesia.

Hasil gambar untuk Arahan Menhan pada Perwira TNI/Polri: Bangun Komunikasi Antara Pemimpin dengan Anak Buah

Dalam pengarahannya, Menhan mengatakan ada beberapa hal pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam pembangunan infrastruktur pertahanan negara, diantaranya dengan membangun komunikasi yang efektif antara pemimpin dengan anak buahnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun dan memelihara profil prajurit yang mencerminkan jati diri sebagai prajurit sejati yang loyal yakni sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Pengarahan ini juga sebagai upaya penguatan mindset seluruh komponen bangsa dalam menghadapi perang cuci otak. Untuk itu perlu adanya penanaman nilai-nilai kesadaran bela negara sebagai fondasi dasar pertahanan yang bersifat perang semesta atau total warfare.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan menginstruksikan kepada Perwira TNI/Polri untuk berperan aktif dalam mensosialisasikan dan melaksanakan program bela negara ini setiap saat kepada seluruh komponen masyarakat yang berada di wilayah teritorialnya.

Terkait situasi politik aktual dan keamanan menjelang Pilkada serentak dan persiapan Pemilu Nasional, Menhan berpesan untuk terus mengamati berbagai perkembangan situasi dengan seksama. Apabila tidak diwaspadai bersama, akan dapat berimbas serta mempengaruhi stabilitas keamanan nasional. Dalam bahasa intelijen, Pilkada adalah medan tempur menuju ke Pilpres sebagai medan perangnya.

Hasil gambar untuk Arahan Menhan pada Perwira TNI/Polri Wilayah Papua dan Papua Barat

Untuk itu Menhan berpesan kepada Perwira TNI/Polri wilayah Papua dan Papua Barat untuk menjadikan Hukum dan Peraturan Perundang-undangan sebagai Panglima Tertinggi yang harus ditaati dan dihormati. Serta menjadikan loyalitas sebagai jati diri Prajurit TNI dan Polri, karena disitulah roh dari kekuatan dan soliditas TNI/Polri.

(ERA/RAF/T.TULEHU) MHI 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s