Sekitar pukul 08.34 WIB, Replika Sang Saka Merah Putih diarak dengan kereta kencana dari Monas menuju Istana Merdeka. Tarrisa Maharani Dewi yang mewakili Provinsi Jawa Barat terpilih sebagai pembawa Replika Bendera Merah Putih itu.

Tarrisa tergabung dalam Tim Nusa yang secara resmi didaulat untuk bertugas pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Tarrisa kelahiran 10 Juli 2002, yang merupakan putri dari Teguh Pudjo Rumekso dan Dewi Susilowati ini bersekolah di SMAT Krida Nusantara Kota Bandung.

Sedangkan  tiga lainnya dari Kelompok 8 yang bertugas untuk mengibarkan bendera ialah Mohamad Ikbal Machmud sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo, Babogi Ikalawang sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Bengkulu, dan Sang Putu Hendra Adi sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Bali.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Paskibraka 2018 yang anggotanya berasal dari perwakilan masing-masing provinsi di Indonesia telah dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8) lalu. Sebanyak 68 pemuda telah mengucapkan Ikrar Putra Indonesia dan siap untuk menjalankan tugasnya pagi ini.

Dengan diiringi tujuh belas kali dentuman meriam, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dimulai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggunakan pakaian adat Aceh, Linto Baro didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang menggunakan pakaian adat Minangkabau,  dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Jusuf  Kalla dengan menggunakan pakaian adat Bugis, Sulawesi Selatan berjalan bersama memasuki tempat upacara.

Kolonel Arhanud Tri Sugiyanto, S.Sos. didapuk menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia itu.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang di panggung, keramaian dan luar ruangan

Sekitar  9.800 undangan  hadir dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan kali ini. Mereka terdiri dari 3.430 pejabat Negara (termasuk Lembaga Negara, TNI, Polri) serta duta besar Negara sahabat  dan 6.370 undangan yang berasal dari masyarakat.

Dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ini, para tamu undangan yang hadir wajib mengenakan baju adat daerah yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam keterangan terpisah, Presiden Jokowi sempat memberikan harapannya pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia ini, yaitu agar bangsa Indonesia tetap optimis dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut Presiden, sebaiknya kita harus optimis, semangat dalam membangun kerukunan, membangun persatuan, membangun kesatuan.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri, keramaian dan topi

“Saya kira kita harus memberikan porsi yang lebih banyak pada kerukunan, pada persatuan, pada kesatuan karena stabilitas politik, stabilitas keamanan itu merupakan modal yang paling fundamental dalam kita membangun negara ini,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Kenakan Busana Adat Aceh

Presiden Joko Widodo mengunakan busana adat Aceh, Linto Baro, sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo menggunakan busana adat Minangkabau, Sumatra Barat, saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia.

Terkait pemilihan busana yang digunakannya itu, Presiden Jokowi yang ditanya wartawan sebelum mengikuti upacara itu mengatakan, negara ini adat dan tradisinya kan banyak sekali. Pakaian adat juga banyak, ratusan, banyak sekali, mungkin ribuan. 

Ada alasan khusus Pak mengapa mengenakan ini?

“Ini karena banyak pilihan-pilihan dan  yang dipakai ya ini,” kata Presiden Jokowi seraya menambahkan, busana yang dikenakannya tentu saja dijahit.

Saat ditanya apakah ada pembagian sepeda untuk pemakai busana adat terbaik sebagaimana tahun lalu, Presiden Jokowi hanya tertawan, “Nantilah,” ucapnya.

Hasil gambar untuk Presiden menjadi Irup dalam acara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih, di halaman Istana Merdeka

Mengenai harapannya terkait Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Kepala Negara mengingatkan, sebaiknya semua harus optimis, semangat dalam membangun kerukunan, membangun persatuan, dan membangun kesatuan.

“Saya kira kita harus memberikan porsi yang lebih banyak pada kerukunan, pada persatuan, pada kesatuan karena stabilitas politik, stabilitas keamanan itu merupakan modal yang paling fundamental dalam kita membangun negara ini,” pungkas Presiden.

 

(IR/DID/DNS/JAY/ES/JL) MHI LOGO MEDIA HUKUM INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s