IMG_5269

KABUPATEN BEKASI, MHI – Pekerjaan Infrastruktur pelebaran jalan yang berlokasi dikampung Kompa, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun – Utara, diduga kuat sarat dengan unsur korupsi yang dilakukan dengan kolaborasi antara pihak pemborong dan Dinas PUPR secara komperhensif serta accountable dimana dalam proses pelaksanaan kegiatannya dikemas seolah-olah pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai aturan (Normatif).

Hal tersebut justru terungkap disaat awak media yang tergabung dalam AWI ( Aliansi Wartawan Indonesia) dan Team LSM L.P.K.N ( Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara ) beserta masyarakat setempat yang turut serta dalam penelusuran dilokasi proyek, selasa (9/10).

Ogi, umar dan lainnya mengatakan , Pekerjaan pelebaran jalan ini tidak menggunakan papan proyek , jadi kami tidak tahu berapa panjangnya, mungkin kalau lebarnya bisa gampang diukur , paling-paling satu meteran tapi kalau panjangnya kami gak bisa ngitung , yang kita tau dariujung jembatan radar sampai depan anggrek…gak tau kalau diterusin sampe wilayah gabus , ya..bisa puluhan kilo, kata mereka.

Kurang lebih tiap-tiap tiga atawa lima meteran dibikin lobang-lobang sedalem 20-30 cm, kalau lobang yang buat dicoor beton paling 10 cm, kita juga kurang begitu paham kok dibikin lobang –lobang padahal inikan mau dicoor dan itu bukan lobang buat saluran air sebab kaga tembus , ini juga ketahuan  karena yang kerja ngaso dulu kali jadi kerjaannye kaga diselesain semuanye, terus kite perhatiin juga kaga ada tuh orang dari pemerintah yang periksa ini kerjaan , sejek dari awal dikerjain diujung jembatan sono sampe ujung jembatan dimari , Ungkap mereka.

Banyak Yang Tak Melapor

IMG_5276

Team awak media dan LSM pun bergerak keDesa Karang Satria yang berlokasi tidak terlalu jauh dari lokasi guna mendapatkan keterangan dari Desa perihal pengerjaan proyek pelebaran jalan yang disoal masyarakat.

Sepeminum teh , team media dan LSMpun berhasil menjumpai Kepala Desa Karang Satria Zaenuddin yang terpilih kembali pada periode 2018 – 2024 dengan jumlah perolehan suara terbanyak dan menjadi Kades pilihan masyarakat kedua kalinya.

Berkaitan dengan Pengerjaan Pelebaran jalan, Kades Zaenuddin mengatakan , Itu proyek pemerintah daerah ,hasil dari musrembang Desa, tapi siapa yang mengerjakan , panjangnya berapa apalagi nilai proyek berapa saya tidak mengetahuinya sebab tidak ada laporan sama sekali keDesa , Padahal mereka seharusnya kasih laporan baik sebelum maupun sesudah pekerjaan sebab merekakan juga buat BA (Berita Acara) pelimpahan yang ditanda tangani oleh saya sebagai Kepala Desa dan Ujung Tombak pemerintahan yang paling bawah , Pungkasnya.

Kebanyakan sih , tidak ada yang lapor dari semua proyek infrastruktur yang dikerjakan Pemda Kabupaten, enggak tahu tuh bagaimana pertanggung jawabannya , Desa sih selalu dipandang sebelah mata , Tukisnya.

(Joggie ) MHI LOGO MEDIA HUKUM INDONESIA 01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s